Hits: 42

Sjair/ Gedicht – Syukur Yakhir Tahun

Bersyukur pertama jemaat panjatkan

Bagi TUHAN pemilik segala kebaikan

Yang selalu setia beserta dan menuntun

Sehingga jemaat telah tiba diakhir tahun

.

Tak terasa tahun begitu cepat dan berlalu

Tahun barupun kini telah diambang pintu

TUHAN sertailah jemaat ditahun yang baru

Ajarlah kami untuk mensyukuri Kasih-MU

.

Saatnya tahun 2021 akan berganti masanya

Ada yang lahir, dan ada yang meninggal dunia

Semuanya telah diatur oleh Maha Pencipta

.

Yang berjalan sesuai dengan aturan Main-NYA.

Satu tahun 12 bulan Dan lima puluh dua minggu

Tiga ratus enam puluh lima hari

Sungguh semuanya telah kami nikmati

Sedih dan senang sudah dirasa

Terkadang senang, terkadang susah

Kadang berkumpul, kadang berpisah

Sesuai SKENARIO SANG SUTERA DARAH

.

Waktu berlalu bagaikan kilat

Tahun 2021 akan segera lewat

Mari kita renungkan apa yang kita buat

Yang baik-baik, ataukah prihal yang jahat-jahat

.

Kalau yang jahat yang kita buat

Mari segeralah kita bertobat

Banyak bertobat menjadi obat

Agar kelak memperoleh Selamat

.

Tahun baru: 2022 telah terbuka

Kita semua mempersiapkan raga

Atur langkah hidup yang nyata

SESUAI PESAN AJARAN GEREJA

Syair / Gedichten – 1e Adventszondag

Engkau Usbu terakhir penutupan tahun
Kedatanganmu sangat mengingatkan umat
Untuk melangkah masuk ke usbu advent
Usbu yang penuh dengan sangat segala berkat
Teristimewa nabi Yesaja, dengan nubuta
Tentang kedatangan, dari sang jurustlaat
Dialah “Yesus Kristus“, Mesias penyelamat
~~~ Advent ~~~

Kehadiranmu membawa umat, pada natal yang mulia
Pohon terang yang indah-indah tampil penuh ceria
Lampu-lampu berkelap kelip, siap dan menyala
Dan lagu-lagu Natal terdengar takan berhenti
Walau engkau kelabu, bagi mereka yang pata hati
Tetapi bagiku, Engkau adalah usbu, yang penuh suci

.
~~~ Advent ~~~

Engkau telah menjadi usbu pilihan khusus
Sebab didalammu, berkenan lahir sang Mesias
Walau tak banyak orang, sambut sang bayi kudus
Namun Allah telah membuat, semuanya berjalan lurus
Malam yang Allah hiasi dengan bintang
Dan bulan yang bersinar, terlihat nan terang
Memantau para gembala, berjalan menuju kandang
~~~ Advent ~~~

Sjair / Gedicht – Malam di Bethlehem

Dari Nasaret ke Betlehem

Yang di jalani Yusuf dan Maryam

Mereka tiba di malam nan kelam

Tak dapat tempat untuk bermalam.

 

Untung ada sebuah kandang

Tempat tidurnya domba dan kambing

Mereka pake untuk bermalam dan berbaring

Dengan mendadak lahirlah Yesus dan datang.

 

Para gembala adalah saksi pertama

Perjalanan mereka di pantau bintang Efrata

Bibir mulut mereka bermazmur dan memuji Nya.

Bala tentara surga berdendang Glory Haleluya

 

Kini terang telah terpancar

Di Betlehem Efrata Dia bersinar

Dalam wujud bayi mungil

Menjadi sandaran bagi jiwa-jiwa yang haus dan lapar

 

Yesus datang ke dunia

Tinggalkan surga yang mulia

Menjadi sama dengan manusia

Menanggung sengsara dan derita

Kelahiran Yesus bukan di istana Raja

Dan bukan di hotel yang berbintang lima

Bukan di rumah sakit orang kaya

Tetapi di kandang domba yang hina

 

Hai manusia angkat syukur bagi Nya

Karena dosa kita Yesus datang ke dunia

Mari kita semua sujud dan menyembah Dia

Yesus Kristus Mesias Penyelamat Sipenebus dosa

 

Tamunya bukan orang yang kaya

Juga bukan para koleha Raja

Dan bukan pula pejabat negara

Hanya mereka gembala domba

 

Kelahiran Yesus memberikan suka cita di hati

Sakit hati,dendam dan keculasan kini telah pergi

Semua mimik berseri dan semua mulut mau memuji

Yesus Kristus Raja Damai telah datang ke bumi

 

Hai manusia angkat syukur bagi Nya

Karena dosa kita Yesus datang ke dunia

Mari kita semua sujud dan menyembah Dia

Yesus Kristus Mesias Penyelamat Sipenebus dosa

~~MARANATHA~~~MARANATHA~~~MARANATHA ~~